Apa yang harus diperhatikan untuk memulai usaha pabrik roti secara patungan (joint venture)

JointVenturesSemangat pagi,

Mungkin Anda atau seseorang yang Anda kenal pernah melakukan hal ini,

jika Anda sudah mengalami atau sedang menjalaninya , bisa jadi postingan ini bisa bermanfaat bagi Anda. Tapi jika Anda belum mengalami dan masih akan mengalami, maka postingan ini mudah-mudahan lebih bermanfaat lagi bagi Anda.. :)

Well..

postingan berikut sekali lagi ditujukan untuk para calon juragan, yang akan memulai sebuah bisnis (usaha).

Ada kalanya pada saat kita mau memulai sebuah usaha, kita merasa takut gagal (baca : rugi) atau merasa kurang modal. Untuk itu kita perlu menggandeng orang lain untuk menyatukan modal, supaya modal awal kita bisa lebih besar, atau bisa jadi kita menggandeng orang lain atau temen kita, sekedar untuk di jadikan teman curhat saja saat bisnis patungan ini nantinya gagal :)

 

Apa yang di maksud bisnis patungan dan mengapa ada?

 

Bisnis patungan seperti yang sudah disinggung di atas, adalah bisnis yang di modali (di awali) dengan banyak kepala. Biasanya bisnis ini dimulai dengan kumpul-kumpul antar teman, yang kemudian menjurus kepada pembicaraan mengenai keinginan untuk memulai kegiatan yang lebih bermanfaat. Jadi ngumpulnya masih tetep jalan, akan tetapi ada manfaat lain dari hanya sekedar ngumpul-ngumpul biasa. Istilahnya  “tiada gading yang tak retak”… (mikir: eee.. kayaknya salah deh )… “sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui”.. (nah ini baru bener)

 

Pemicu dari ide awal bisnis ini ada beberapa factor, diantaranya :

 

  1. Diantara para pendiri (founder) yang sekaligus pemodal, merasa memiliki skill (keahlian) yang berbeda-beda, akan tetapi jika di satukan, maka akan bisa membuat sinergi dalam kegiatan pengembangan bisnis/ usaha
  2. Ada salah satu orang yang mempunya ide  (yang menurut dia brilliant), akan tetapi tidak cukup modal untuk mewujudkannya
  3. Merasa jenuh dengan kegiatan yang ada sekarang dan ingin memulai sesuatu yang baru dan lebih mengakrabkan pertemanan yang ada sekarang

 

Tunggu dulu… niat mulia ini tidak serta merta bisa selalu berjalan mulus, bisa jadi sebuah niat baik belum tentu berakhir dengan baik

Read the rest of this entry

Mencatat roti yang tidak habis terjual

Dalam bisnis produksi maupun toko roti, adakalanya roti yang dijual tidak habis terjual semua. Dalam hal ini pemilik usaha sudah mempunyai perhitungan sendiri berapa omzet harian mereka, sehingga meskipun ada stock yang tidak habis terjual, jumlahnya pun tidak terlalu banyak. Karena produksi mereka juga berdasarkan omzet hariannya.

Lalu apa yang terjadi pada stock roti tersebut ?
Roti merupakan produk yang tidak tahan lama, namun terkadang ada beberapa produk yang dapat bertahan sampai maksimal 3 hari. Tentu saja, si produsen sudah memperkirakan masa kadaluarsa roti-roti produksinya itu. Itu artinya roti tersebut akan masih ada di etalase hingga minimal selama dua hari.

Sedangkan untuk produk yang memang hanya bisa bertahan selama satu hari dan tidak mungkin menjualnya pada esok hari, maka biasanya ada dua cara yang dilakukan untuk menghabiskannya. Cara pertama yaitu pada sore/malam harinya roti tersebut akan dijual dengan setengah harga. Dan yang kedua, bila sampai toko tutup dan stock roti masih ada, maka bisa dilakukan costing (mengeluarkan persediaan dengan cara membiayakannya).

Sekarang kita akan melakukan pencatatan akuntansinya dengan menggunakan Armadillo Accounting system sebagai partner kerja saya..

Read the rest of this entry

Akuntansi Persediaan Usaha Produksi Roti

Mencatat persediaan pada usaha produksi roti (dengan produksi roti setiap hari, terus menerus, maka utk mencatat arus keluar masuk persediaan perlu dilakukan stok opname setiap hari)

Karena sifat produknya yang tidak tahan lama, maka umumnya suatu usaha toko roti menjadi satu dengan dapurnya. Terutama dengan persaingan yang kian ketat saat ini, rata-rata semua toko roti menawarkan roti yang fresh from the oven. Dan untuk mencapai tujuan tersebut, rata-rata toko roti juga melakukan proses produksi dalam tokonya. Sehingga untuk menjaga kualitas roti tetap fresh sekaligus juga untuk membatasi produksi agar tidak terjadi over stok.

Seperti halnya dengan usaha makanan lainnya, proses produksi dalam usaha produksi roti ini berjalan terus-menerus sepanjang hari. Dalam bidang ini penyimpanan persediaan secara fisik hanyalah berupa bahan baku mentah, bukanlah komoditi yang hendak dijual. Meskipun demikian pencatatan pembukuannya harus tetap dilakukan.

Lalu bagaimana melakukan pembukuannya ?
Sebagian dari kita pasti membayangkan suatu pekerjaan yang sangat rumit. Tapi bagi anda yang usahanya telah terkomputerisasi tentunya tidak demikian.

Read the rest of this entry

Titip Jual Dalam Usaha Produksi Roti

Penjualan dalam usaha produksi roti bisa dilakukan dalam banyak cara. Kebanyakan usaha produksi roti juga memiliki toko-toko yang khusus menjual produk sendiri, selain mempekerjakan sales untuk memasarkan produk mereka tentunya.

Namun bagi mereka yang usahanya tidak terlalu besar, konsinyasi biasanya menjadi alternatif pilihan dalam menjual produknya. Karena selain tidak membutuhkan biaya marketing yang terlalu besar, juga pihak toko yang dititipi tidak perlu melakukan pembelian terlebih dahulu. Sehingga pemilik toko tidak perlu menanggung kerugian bila terjadi barang tidak laku.

Lalu bagaimana mencatat alur akuntansi proses konsinyasi ini ?

Pencatatan konsinyasi disini sama saja dengan konsinyasi di usaha lainnya. Hanya saja dalam kasus ini, posisi usaha roti anda adalah sebagai pihak yang menitipkan. Disini saya menggunakan program Armadillo Accounting system.

Sebagai pihak yang menitipkan barang, berarti Anda memiliki piutang konsinyasi pada sejumlah pelanggan. Maka langkah awal yang harus dilakukan adalah membuat perkiraan “Piutang Konsinyasi” dalam daftar perkiraan, serta memasukkan nama pelanggan konsinyasi dalam menu “Daftar Pelanggan”. Dan kemudian pencatatan transaksi konsinyasi bisa Anda lakukan di dalam menu “Transaksi Penjualan”.

Read the rest of this entry

Komputerisasi toko roti/usaha produksi roti

35308Manajemen yang baik adalah kunci utama yang menentukan dalam pengembangan suatu usaha, usaha apapun juga, tidak terkecuali usaha produksi roti. Tidak sedikit usaha besar yang jatuh karena pengelolaan manajemen yang buruk.

Tertib administrasi keuangan juga sangat menentukan. Karena dengan mengetahui data keuangan, kita bisa mengetahui bagaimana posisi usaha kita dan sampai dimana perkembangannya. Apalagi dalam usaha toko ataupun usaha produksi roduksi roti, pencatatan akuntansi yang tertib dan benar adalah hal yang sangat penting.

Seringkali pengusaha bisnis roti tidak terlalu mempermasalahkan hal ini, terutama bagi mereka yang usahanya masih belum begitu besar. Pencatatan akuntansi dilakukan dengan sangat sederhana, yaitu hanya dengan membuat selisih dari biaya operasional dan penjualan saja. Selanjutnya tidak akan diperoleh data apapun yang bisa digunakan dalam mengambil keputusan.

Mengkomputerisasi usaha sangat diperlukan dalam menjalankan usaha roti ini, terutama dalam usaha produksi roti. Karena intensitas arus keluar masuk barang yang sangat tinggi, sekaligus juga banyaknya persediaan yang digunakan. Karena itu proses pencatatan manual akan sangat merepotkan, sekaligus diragukan keakuratannya.

Penggunaan program akuntansi komputer pada bisnis roti ini bisa dilakukan secara maksimal. Mengingat begitu banyaknya fitur yang bisa digunakan dalam mencatat akuntansinya. Disini kita bisa menggunakan satu program dengan Armadillo Accounting system, untuk mencatat proses produksi sekaligus transaksi dagangnya. Persediaan sering menjadi masalah yang cukup mengganggu dalam menjalankan suatu usaha. Terlebih dalam usaha produksi roti ini, sangat sulit untuk mengontrol arus keluar masuk persediaan secara tepat, bila dilakukan secara manual. Dengan menggunakan program akuntansi, masalah persediaan akan lebih teratasi.

Kalo dipelajari lebih lanjut, dalam Armadillo Accounting system sudah mencakup fitur assembling untuk mencatat proses produksinya. Lalu ada menu transaksi pembelian dan penjualan untuk mencatat transaksi dagangnya. Kita bisa menggunakan menu kas-bank untuk melakukan pencatatan yang berhubungan dengan biaya operasional sehari-hari seperti biaya listrik, gaji karyawan, dan sebagainya. Juga transaksi bank yang bisa digunakan untuk mencatat transaksi yang berkaitan dengan simpanan bank Anda.

Read the rest of this entry

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.